manusia termasuk saya adalah tempatnya lupa, maka dari itu dalam kesempatan kali ini beberapa catatan yang saya ingat.
1. Dalam kesempatan taujih ba'da tarawih ramadhan kemarin ustad menyampaikan beberapa tips untuk menjaga imtaq :
- membaca Alquran tidak kurang dari 200 ayat sehari
- Shalat tidak kurang dari 40 rakaat sehari
- bershadaqah dan/atau berinfaq setiap harinya, berapapun nilainya
sepertinya yang lebih ringan dari hal diatas adalah berinfaq/sadaqah, coba jika kita hitung misal ada 10 juta umat muslim yang mempunyai kesadaran untuk berinfaq/sadaqah setiap harinya misal Rp 1000,- maka total sehari nilai infaq/sadaqah adalah 10 Miliar dana yang mengalir kepada kaum yang membutuhkan/kegiatan2 yang diridhai Allah.
2. dalam kesempatan mendengarkan khatib kmaren
* ganti kata2 yg biasanya terucap "amit-amit" menjadi Naudzubillahi min Dzalik, ganti kata "YESS, SIP" dengan Alhamdulillah karena itu lebih disukai Allah.
* bagaimana amalan kita diterima Allah SWT maka ada syaratnya diantaranya adalah harus mempunyai iman/beriman kepada ALLah SWT, sesuai dengan tuntunan dan .....(mohon dilengkapi)
* banyak musibah yang menimpa bumi indonesia tempo hari; banjir, longsor, tertimbun bangunan, gempa, tsunami yang membuat kita prihatin. tapi tahukah saudara bahwa ada musibah yang lebih dahsyat dari itu yaitu terputusnya komitmen terhadap Islam. tidaklah penting bagaimana keadaan pada saat kita meninggal ; dengan tertimpa reruntuhan, terhanyut banjir dll (kecuali bunuh diri) tapi yang penting bagaimana kondisi keIslaman kita pada saat maut menjemput apakah kita masih dalam keadaan muslim atau murtad.
Nying-Nying
Senin, 16 November 2009
Jumat, 06 November 2009
Mahalnya sebuah Hidayah

Ada beberapa hal yang menjadi suatu penerangan bagi saya pas ramadhan kemaren- 1430 H.
Salah satunya yaitu mengubah pola tidur yang biasanya sering telat bangun untuk shalat subuh tepat pada waktunya, --- sekarang sudah sering tepat waktu untuk berjamaah dan lebih mengutamakan shalat fardhu dengan berjamaah di masjid jami’. Mungkin bisa dibilang ini adalah salah satu hidayah dari Allah, melalui suatu kajian ba’da isya sehabis tarawih Imam/ustad menyampaikan satu materi kajian yang membuat saya tertarik. Beliau menyampaikan satu ayat di kitab suci Al Quranul Karim dalam surat al Baqarah ayat 152 ; “Fadzkuruni adzkurkum...” yg kurang lebih artinya Ingatlah kepadaKu maka Aku ingat kepadamu..
Dari ayat tersebut ustad menjelaskan dengan mengandaikan bagaimanakah perasaan orang yang sedang kasmaran--- tentu dia selalu ingat orang yang dia sayangi dimanapun dia berada dan berusaha melindungi orang yang disayangi tersebut sekuat tenaga. Bagaimanakah sikap seorang ibu yang memperoleh rizki tambahan; dari arisan misalnya. Dia ingat akan anaknya dirumah dan membelikan sesuatu yang bisa menggembirakan anaknya.
Tapi bagaimanakah perlakuan Allah SWT terhadap hamba yang dicintainya, bagaimana jika Allah selalu mengingat hambanya ----- Dia Maya Kaya ; rizki yang diberikan kepada hambanya tak terbatas; Maha Perkasa dan Maha Kehendak atas segala sesuatu yang bisa lebih bisa melindungi hamba yang dicintai daripada perlindungan dari manusia lain yang terbatas. Nah bagaimanakah agar kita bisa termasuk menjadi hambaNya yang selalu diingat Allah; selalu dicintai Allah.. salah satunya dengan melakukan segala perintahNya dan mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang diridhai Allah SWT seperti ikut kajian, menimba ilmu dan sebagainya.
Maka dari kalimat itu saya muhasabah; bertanya kepada diri sendiri “ apakah kegiatan-kegiatan yg saya lakukan dari bangun tidur sampai tidur lagi sudah memenuhi kriteria untuk menjadi hambaNya yang patut untuk dicintai oleh Allah SWT...” dan ternyata untuk melakukan kewajiban sebagai umat Muslim banyak kekurangannya entah itu kurang mengindahkan seruan adzan, shalat tidak tepat waktu dan sebagainya /Astagfirullah semoga taufiq dan hidayahNya selalu tercurah/. Mulai saat itu saya mulai berusaha untuk sebisa mungkin menjadi hamba Allah yang baik.
To be continued...
Langganan:
Postingan (Atom)